Explore Kota Venetië van Java, Semarang Jawa Tengah - Pojokin

Thursday, August 9, 2018

Explore Kota Venetië van Java, Semarang Jawa Tengah

Eksplore kota Semarang
Kampung Pelangi

Menyandang julukan The Port of Java alias pusat Pelabuhan Pulau Jawa tak ayal menjadikan ibukota provinsi Jawa Tengah ini dulunya termasyhur sebagai pusat perdagangan dan perekonomian selama lebih dari 2 abad.

Sekalipun kini tinggal penggalan kisah sejarah, kita masih bisa mengenang warisannya melalui kawasan kota lama Semarang. Salah satu kegiatan yang pantang dilewatkan saat mengelilingi kawasan seluas 31 hektoare ini adalah mengabadikan gambar, apalagi bagi yang eksis di media sosial.



Dulu rasanya kalau ke Semarang belum komplit tanpa ke kawasan kota tua Semarang ini karena biasanya banyak orang yang akan datang kesini untuk berfoto-foto, tapi sekarang nih ada satu tempat baru yang bisa menjadi alternatif untuk penggemar pose foto atau selfie. Kira-kira semenarik apa yah tempatnya ? kita langsung cek aja ke sana.

Wisata Kampung Seni


Buat penggemar selfie mana suaranya?

Omah Kuwalik


Berkunjung ke Museum yang masih berlokasi di kawasan kota lama Semarang ini bisa menjadi target tujuan wisata anda. Tapi jangan tertipu dulu dengan label museum ya karena begitu memasuki objek wisata yang baru diluncurkan akhir Mei tahun lalu ini pengunjung langsung dikejutkan dengan ratusan background gambar yang tak hanya menarik tapi juga unik ini.


Gimana gak unik, konsep yang diusung adalah foto 3D alias tiga dimensi yang penuh trik dimana gambar tak sekedar menjadi background tapi juga berfungsi menghidupkan foto, alhasil jika dulu untuk mengabadikan foto posenya hanya berdiri atau duduk, sekarang butuh usaha lebih.


Tapi lihat, hasilnya pun seolah seperti nyata loh. Bahkan nih kita bisa berubah menjadi raksasa dalam sedetik, merasakan sensasi dikejar beruang dan masih banyak lagi gambar background yang unik di sana.


Selain konsep tiga dimensi, ada pula wahana yang sukses mencuri perhatian. Omah kuwalik alias rumah terbalik namanya, sebagai Museum 3 dimensi terbesar di Jawa Tengah, tak heran jika dalam sehari destinasi wisata ini mampu menyedot perhatian hingga lebih dari 500 pengunjung.


Kampung Seni Palebon


Kalau dilihat-lihat sebenarnya ini adalah komplek perumahan biasa, tapi yang istimewa adalah karena di sepanjang jalan ini anda bisa menemukan gambar-gambar lucu dan menarik.


Nah beda banget kan dengan yang tadi dimana anda harus ke tempat wisata khusus dulu untuk bisa menikmati foto 3D, tapi di sini anda bisa berselfie ria sepuasnya. Cocok banget nih apalagi buat yang suka gratisan hehehhe.


Selamat datang di kampung seni Palebon semarang Jawa Tengah, sebuah kampung dimana setiap harinya puluhan orang datang hanya untuk bersua foto alias selfie. Bahkan sekarang wilayah rt 02 rw 09 ini menjadi tempat selfie yang hit di kota yang dulu berjuluk Venetië van Java ini.


Bagaimana tidak, kreasi gambar berbalut warna warni indah tak hanya menghiasi dinding, mulai dari pot bunga, tempat sampah hingga ruas jalan ikut ikutan menjadi sasaran para pekerja seni yang tak lain merupakan warga kampung Palebon.


"Pak kenapa kepikiran untuk bikin gambar di sepanjang jalan ini pak?"


"Kita itu kan ditunjuk sebagai kampung tematik oleh kota ya bagaimanapun juga karena kita ditunjuk sebagai kampung tematik mau tidak mau kita harus membuat motif atau mungkin ciri khas dari kampung itu sendiri" ujar salah satu pengrajin saat ditanya.


Gentingan musik tradisional yang menggaung di sepanjang kampung seni menjadi bukti kecintaan warga terhadap warisan budaya yang dipertahankan sejak dulu hingga sekarang.


Berawal dari riwayat seni musik dan lukisan yang terlanjur mendarah daging, warga di wilayah yang terletak di kecamatan Pedurungan ini kemudian berinisiatif menyalurkan bakatnya. Berbekal talenta dan peralatan sederhana yang merupakan swadaya warga, penduduk kampung Palebon sukses mengubah wajah kampungnya menjadi cantik dan menarik.


Dalam kurun waktu tujuh tahun, kampung Palebon sukses menarik perhatian khalayak ramai bahkan awal januari 2017 lalu, Palebon ditetapkan sebagai salah satu kampung tematik.


Tak cukup mempertahankan seni musik dan lukis, warga kampung seni mulai mengembangkan sayap ke seni keterampilan. Namun produk yang dihasilkan sangatlah istimewa karena bukan memanfaatkan bahan berkualitas tinggi, warga justru melirik limbah yang ada.


"Ibu kenapa sih bisa kepikiran untuk bikin kerajinan dari limbah kain seperti ini bu, itu ide awalnya dari mana bu?


"Kampung kami dulu .... membuat kreasi baru dari batik, kebetulan ibu-ibu waktu itu banyak limbah kain dari batik dari para penjahit akhirnya bikin bunga seperti ini dan dilombakan, waktu itu menang." Ucap salah satu ibu pengrajin bunga dari kain bekas jahitan itu.

Kampung Pelangi


Tak berbeda jauh dari kampung seni Palebon, sebuah perkampungan di wilayah selatan kota Semarang sukses menghiasi laman media sosial sejak Mei tahun ini. Tak hanya warga lokal serta wisatawan domestik, bahkan kampung yang berlokasi di kelurahan Kali Sari ini sukses menyedot perhatian dunia.


Tak tanggung-tanggung, media online asal inggris ikut menampilkan histeria pengunjung di kampung Pelangi. Kawasan perbukitan berintik yang dulunya dikenal sdebagai kawasan kumuh lengkap dengan barisan rumah reyotnya, sekarang populer menjadi kampung wisata bertakhtakan warna warni indah.


Sebanyak 325 rumah berhasil mengubah wajah kampung hanya dengan polesan cat.

Kuliner Legendaris

Bandeng Presto


Beralih dari pusat kota sejenak melipir ke kawasan peisir Semarang tepatnya di kelurahan Tambakrejo kecamatan Gayamsari terdapat kampung yang menjadi sentra hasil perikanan air tawar. Menyisir sepanjang pemukiman hampir sebagian besar warga menyandarkan kehidupannya pada produk bandeng. Bagi yang gemar menikmati bandeng presto, di sinilah asal muasal oleh-oleh khas Semarang yang legendaris ini.


Salah satu rumah produksi bandeng yang baru buka ini adalah Bandeng Presto Jumbo. Jika berat maksimal bandeng mormal sebatas 600g, maka bandeng jumbo bisa mencapai 1,5kg. Wah lebih dari dua kali lipatnya yah. Bagi anda yang penasaran dibalik proses pembuatan bandeng presto, kita intip dapur produksinya yuk!.


Bandeng yang masih fresh terlebih dulu dibersihkan, kemudian dibalur dengan bumbu yang merupakan campuran dari Sereh, Laos, Kunir, Daun salam serta bawang putih. Selanjutnya simpan dalam lemari pendingin.


Sebelum bandeng dikukus, ada proses yang tak kalah penting yaitu penataan ikan yang sudah dibungkus dengan daun pisang agar tidak lengket. Peletakan ini juga akan mempengaruhi hasil kukusan loh.


Setelah wadah dipenuhi bandeng, saatnya menuju ke tahap berikutnya yaitu pengukusan. Proses pengukusan memakan waktu selama 2 jam dengan temperatur 120 derajat Celcius. Wah lama juga yah, butuh kesabaran yang ekstra untuk bisa menikmati bandeng yang legendaris ini.


Jika dulu olahan presto yang ditemukan di tahun 1977 ini hanya dibuat dalam skala kecil dan untuk kalangan tertentu saja, berbeda dengan sekarang, sejak memasuki era 2000 bandeng presto menjadi salah satu kuliner yang tak pernah dilewatkan khususnya oleh wisatawan yang berkunjung ke Semarang.


Terbukti satu rumah produksi saja bisa menghasilkan ribuan ekor bandeng dalam sehari. Kebayangkan kalau di Semarang ini ada puluhan rumah produksi bandeng presto. Pokoknya mantap deh kalo bisa nyicipin bandeng presto langsung dari kampung nya.


Kalau dulu biasanya kalo kita habis dari semarang bawa oleh-olehnya bandeng ya bandeng presto aja  yang kita kenal, tapi sekarang udah ada beragam olahan bandeng yang baru yang istilahnya adalah kekinian. Kira-kira apa saja yah?

Otak Otak Bandeng


Salah satu hidangan tradisional yang lekat dengan ikan adalah otak-otak. Hal inilah yang kemudian menggerakkan salah satu rumah produksi untuk mengolah otak-otak bandeng. Berbeda dengan teknik bandeng presto, untuk membuat otak-otak bandeng dibutuhkan ketelitian ekstra.


Kalau presto durinya lunak karena dikukus, membuat otak otak kita harus cabut durinya dengan cara manual, jadi ada usaha lebih ya. Bukan pekerjaan mudah untuk memastikan daging bandeng yang digunakan bebas dari duri, sehingga masih ada tahapan berikutnya yaitu menghaluskan daging dengan saringan.


Saringan ini berfungsi untuk memisahkan daging dari duri duri halus yang tadi tidak sempat tercabut. Jadi udah bisa dipastikan dagingnya 100% bebas dari duri ya.


Setelah daging terpisahkan dari duri, selanjutnya adalah menacampurkan dengan bahan bahan lain mulai dari tepung panir yang dicampur dengan kentang tumbuk yang sudah dibalur dengan bawang goreng.


Kemudian giliran mencampur dengan daging bandeng beserta beberapa butir telur. Aduk hingga rata ya dan selanjutnya adonan dibentuk memanjang dan dicetak di dalam kulit bandeng kemudian direkatkan setelah itu kukus selama 90 menit.


Untuk menyajikan otak otak bandeng mudah saja, cukup potong menjadi beberapa bagian lalu goreng, begitupun dengan naget. Selesai! kedua olahan bandeng siap dinikmati!.


Nah itu dia geng beberapa wisata dan kuliner yang ada di kota semarang. Jangan lupa share ke teman-teman kalian yah.. Sampai jumpa.

Comments


EmoticonEmoticon